Jum'ah, 23 Dzul Qa'dah 1435 (Kamis, 18 September 2014)
Loading

Rumah Dome
Kabupaten Sleman - D.I. Yogyakarta - Indonesia

a:2:{s:2:"id";s:10:"Rumah Dome";s:2:"en";s:0:"";}
Rumah Dome
Rating : Rating 3 3 (1 pemilih)

A. Selayang Pandang

Dalam budaya Jawa, rumah atau 'omah' merupakan bangunan tempat tinggal yang memiliki arti penting serta berhubungan erat dengan kehidupan manusia. Sebagian besar rumah yang mendominasi perkampungan warga di Jawa berbentuk empat persegi panjang atau segi empat sama sisi. Rumah-rumah tersebut biasa dikenal sebagai rumah gaya limasan atau joglo.

Namun, di salah satu sudut Kabupaten Sleman, Anda akan menemukan kompleks perumahan yang unik dengan bentuk bangunan yang sangat jauh berbeda dengan rumah-rumah masyarakat Jawa pada umumnya. Rumah tersebut adalah Rumah Dome. Rumah ini disebut sebagai Rumah Dome karena bentuknya yang bulat seperti kubah. Secara sepintas rumah ini akan mengingatkan kita kepada rumah Iglo milik orang Eskimo atau rumah Honai milik suku asli Papua.

Keberadaan Rumah Dome di Dusun Nglepen, Prambanan, Sleman, ini tentu tak bisa lepas dari bencana gempa bumi 27 Mei 2006 yang meluluhlantakkan Yogyakarta dan sekitarnya. Kala itu, ada satu daerah yang mengalami kerusakan total yakni Dusun Sengir. Dusun Sengir yang terletak di daerah perbukitan tanahnya ambles, sehingga rumah-rumah warga yang ada di wilayah tersebut hancur.

Melihat kondisi tersebut, LSM WANGO (World Association of Non-Governmental Organization) dan Domes for the World Foundation (DFTW) menawarkan sebuah solusi untuk rekonstruksi rumah tahan gempa yakni dengan membangun Rumah Dome. Pada tanggal 10 oktober 2006, pembangunan kompleks Rumah Dome untuk relokasi warga Dusun Sengir pun dimulai. Lokasi pembangunannya tidak di Dusun Sengir, melainkan dipindah ke Dusun Nglepen yang memiliki kontur tanah datar. Dengan donatur tunggal Muhammad Ali Alabar pemilik Emaar Property Dubai, kompleks Rumah Dome ini selesai dibangun dan mulai ditempati oleh warga pada akhir April 2007.


Gapura Selamat Datang

Rumah Dome ini merupakan satu-satunya kompleks Rumah Dome yang ada di Indonesia, bahkan di Asia. Di dunia hanya ada lima negara yang memiliki Rumah Dome, yakni India, Nicaragua, Haiti, Paraguay, dan Indonesia. Saat ini, warga yang tinggal di rumah Dome menyebut kompleks perumahan mereka dengan nama New Nglepen Village.

B. Keistimewaan

Keunikan Rumah Dome tentu saja terletak pada bentuk bangunannya yang 'mblenduk' atau berbentuk kubah. Jika Anda atau anak Anda menjadi penggemar serial boneka telletubies yang pernah booming beberapa waktu lalu, maka bentuk Rumah Dome ini hampir sama dengan bentuk rumah telletubies. Oleh karena itu, warga yang tinggal di sekitar kompleks Rumah Dome lebih familiar dengan nama Rumah Telletubies daripada Rumah Dome. Jika dilihat dari kejauhan, jejeran Rumah Dome ini akan nampak seperti telur angsa yang berceceran.

Keistimewaan lain dari Rumah Dome adalah struktur bangunannya yang tahan gempa. Hal ini dikarenakan tidak adanya sambungan pada Rumah Dome, yang merupakan titik lemah dari bangunan ketika diguncang gempa. Bentuk bulat dari Rumah Dome ini dibuat dengan cetakan berbentuk balon (airform), kemudian di atas cetakan balon tersebut dicor beton semen. Selain tahan terhadap goncangan gempa, Rumah Dome ini juga mampu menahan terpaan angin dengan kecepatan 450 km/jam serta usianya tahan berabad-abad.


Interior Rumah Dome

Di Dusun Nglepen terdapat 80 unit Rumah Dome yang terbagi menjadi 71 rumah hunian, 6 MCK komunal, dan 3 fasilitas umun (mushola, aula, dan poliklinik). Rumah Dome yang digunakan sebagai hunian memiliki garis tengah 7 meter, terdiri dari dua lantai, dengan luas sekitar 38 meter persegi. Lantai bawah terbagi menjadi 4 ruang yang biasa digunakan sebagai ruang tamu, ruang makan, dapur, dan kamar tidur. Sedangkan lantai atas biasa digunakan sebagai ruang keluarga. Namun, ada beberapa keluarga yang menjadikannya sebagai kamar tidur.

Berbeda dengan rumah hunian, Rumah Dome yang digunakan sebagai masjid dan aula memiliki garis tengah 9 meter dan hanya terdiri atas satu lantai. Rumah Dome yang difungsikan sebagai MCK komunal juga memiliki diameter yang lebih luas dibandingkan dengan rumah hunian. Satu MCK disekat menjadi 8 bagian dan digunakan oleh 12 keluarga yang tinggal dalam satu blok.


Fasilitas Umum Mencakup Masjid, Aula, Poliklinik, dan MCK Komunal

Dalam usianya yang baru menginjak tahun ketiga, kondisi di sekitar Rumah Dome masih gersang dan panas karena belum banyak pohon perindang. Namun kondisi ini akan jauh berbeda jika Anda masuk ke dalam rumah. Meski terbuat dari beton tebal, saat siang hari kondisi di dalam Rumah Dome terasa sejuk. Suhu rata-rata di lantai dasar adalah 27oC, sedangkan suhu di lantai atas mencapai 33oC.

Selain melihat bentuk Rumah Dome yang unik, wisatawan yang datang ke tempat ini juga dapat mengunjungi berbagai obyek wisata yang terletak tak jauh dari kompleks Rumah Dome. Obyek wisata yang ditawarkan anatara lain: Belik Wunut, Belik Cangkok, Tanah Ambles, serta menikmati pemandangan kompleks Rumah Dome dari ketinggian atau yang biasa disebut dengan Dome View.

C. Lokasi

Kompleks Rumah Dome ini terletak di Dusun Nglepen, Kelurahan Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Akses menuju kompleks Rumah Dome terbilang mudah karena lokasi perumahan tersebut berjarak tidak terlalu jauh dari obyek wisata Candi Ratu Boko dan Candi Prambanan. Namun, bagi Anda yang ingin berkunjung ke Kompleks Rumah Dome sangat disarankan untuk membawa kendaraan pribadi. Hal ini dikarenakan tidak ada angkutan umum yang melewati daerah ini, sehingga Anda harus berjalan kaki atau naik ojek dari jalan raya Prambanan-Piyungan sejauh 2,7 km.


Kompleks Rumah Dome

Dari Kota Yogyakarta terdapat 2 pilihan rute perjalanan untuk menuju kompleks Rumah Dome. Yang pertama adalah lewat jalan utama Solo-Yogyakarta. Sesampainya di pertigaan besar Candi Prambanan, Anda belok ke arah selatan (Piyungan). Setelah menempuh jarak sekitar 9 km, Anda akan menemukan sebuah perempatan dengan papan penunjuk arah menuju kompleks Rumah Dome. Silakan Anda belok ke kiri, kemudian ikuti jalan tersebut dan Anda akan sampai di kompleks Rumah Dome.  

Pilihan yang kedua adalah lewat jalan Jogja-Wonosari. Setelah sampai di pertigaan pasar Piyungan, Anda belok ke kiri. Dalam jarak 6 km, Anda akan menemukan papan penunjuk arah menuju Rumah Dome. Silakan belok kanan dan ikuti jalan, maka Anda akan menemukan kompleks Rumah Dome.

E. Harga Tiket

Untuk mengunjungi kompleks Rumah Dome, Anda cukup mengeluarkan uang sebesar Rp 1.500,00 per orang. Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih lengkap tentang Rumah Dome, Anda bisa mengikuti paket kegiatan dengan menambah biaya sebesar Rp 6.000,00 per orang. Selain mendapatkan jasa pemandu, Anda akan diajak melakukan berbagai aktivitas seperti melihat proses pembuatan emping garut, jelajah desa, dan tracking ke berbagai obyek yang ada di sekitar kompleks Rumah Dome.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Dalam perjalanannya menjadi desa wisata, kompleks Rumah Dome telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti pusat informasi, tempat ibadah, rumah kesehatan (poliklinik), play ground area, MCK komunal, tempat pertemuan (aula), serta warung tempat menjual makanan dan suvenir. Bagi Anda yang ingin memakai aula pertemuan, Anda cukup membayar Rp 30.000,00. Jika ingin ditambah dengan konsumsi, Anda dapat langsung menghubungi pihak pengelola untuk membicarakan masalah harga.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi tinggal di Rumah Dome dan membaur dengan penduduk lokal, Anda dapat mengikuti paket homestay yang ditawarkan oleh pihak pengelola. Cukup dengan membayar Rp 55.000,00 per orang, Anda dapat menginap selama satu hari satu malam di rumah Dome dan mendapatkan fasilitas tiga kali makan.

Selain paket homestay, penduduk juga menyediakan paket seni budaya. Dengan membayar Rp 200.000,00, Anda beserta rombongan akan dijamu dengan pertunjukan tradisional seperti Randa Tek-Tek, Jathilan, Karawitan, dan organ tunggal.

Elisabeth Murni (wm/28/12-09)

__________

Sumber Foto: Koleksi www.wisatamelayu.com (Fotografer: Elisabeth Murni)



Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Dibaca 7.351 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    This should be captcha image! but your browser doesn't support image
Ketik teks diatas
*
   
* = Harus diisi
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads

Adsense Indonesia