Ahad, 01 Muharam 1436 (Sabtu, 25 Oktober 2014)
Loading

Gunung Lawu
Kabupaten Karanganyar - Jawa Tengah - Indonesia

a:2:{s:2:"id";s:11:"Gunung Lawu";s:2:"en";s:0:"";}
Gunung Lawu
Rating : Rating 2.5 2.5 (4 pemilih)

A. Selayang Pandang

Membicarakan tentang Gunung Lawu tentunya tak pernah bisa lepas dari cerita tentang tiga puncak yang dimilikinya, yakni puncak Hargo Dumilah, puncak Hargo Dalem, dan puncak Hargo Dumiling. Ketiga puncak Gunung Lawu tersebut menyimpan cerita dan misteri tersendiri. Cerita tersebut bermula pada jaman pemerintahan Sinuwun Bumi Nata Bhrawijaya Pamungkas di Kerajaan Majapahit. Pada waktu itu istri Sang Prabu yang bernama Dara Petak melahirkan seorang putra yang bernama Raden Fatah.

Berbeda dengan ayahnya yang memeluk agama Buddha, setelah dewasa Raden Fatah memilih untuk memeluk agama Islam dan mendirikan kerajaan di Glagah Wangi (Demak). Melihat hal tersebut Sang Prabu menjadi gundah. Beliau pun melakukan meditasi guna memohon petunjuk kepada Yang Maha Kuasa. Dalam semedinya Sang Prabu mendapatkan wangsit bahwa cahaya Kerajaan Majapahit akan memudar dan wahyu kedaton akan berpindah ke Kerajaan Demak.

Setelah mendapat wangsit tersebut Sang Prabu ditemani Sabdopalon bergegas meninggalkan keraton secara diam-diam menuju Gunung Lawu. Di tengah perjalanan menuju puncak mereka bertemu dengan dua kepala dusun yang bernama Dipa Menggala dan Wangsa Menggala. Kedua orang tersebut mengiringi langkah Sang Prabu menuju ke puncak Hargo Dalem. Sebelum moksa di Hargo Dalem, Sang Prabu mengangkat Dipa Menggala sebagai penguasa Gunung Lawu dan membawahi semua mahluk gaib yang ada di daerah tersebut. Sedangkan Wangsa Menggala diangkat sebagai patih dengan gelar Kyai Jalak.

Singkat cerita Sang Prabu moksa di Hargo Dalem dan Sabdopalon moksa di Hargo Dumiling. Sedangkan Dipa Menggala dan Wangsa Menggala karena kesetiaan dan kesempurnaan ilmunya berubah menjadi mahluk gaib dan melaksanakan amanat Prabu hingga saat ini. Oleh karena itu, hingga saat ini Gunung Lawu menjadi salah satu tempat sakral dan pusat kegiatan spiritual di tanah Jawa. Gunung Lawu juga memiliki hubungan yang erat dengan tradisi budaya Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta.


Di Puncak Hargo Dumilah
Sumber Foto: http://cahpo.wordpress.com

Gunung dengan tinggi 3.265 m dpl ini mempunyai iklim subtropis. Pada siang hari bertemperatur sedang, pada malam hari menjadi dingin. Curah hujan sangat rendah dan semakin ke puncak iklimnya semakin kering. Gunung Lawu merupakan gunung yang bermedan terbuka dan minim pohon. Selepas Pos V, medan terbuka hanya ditumbuhi oleh rerumputan dan semak. Beberapa tumbuhan yang ada di Gunung ini adalah rumput ilalang, edelweis, pohon pinus, akasia, dan tanaman liar. Saat terbaik untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu adalah pada saat malam atau dini hari ketika cuaca cerah di bulan Juni, Juli, atau Agustus.

B. Keistimewaan

Gunung yang terletak di arah timur laut Kota Solo ini terkenal memiliki pemandangan yang indah. Selain itu, ada beberapa obyek wisata yang cukup terkenal di lerengnya, seperti Telaga Sarangan dan Tawangmangu. Jika dilihat dari Kota Solo, gunung ini tampak seperti raksasa yang sedang tidur terlentang. Gunung Lawu sangat populer di Jawa karena keberadaanya yang terkait erat dengan Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta serta legenda dan mitos yang melingkupinya. Oleh karena itu, bagi para pendaki yang akan mendaki gunung ini harus menaati semua peraturan yang ada dan tidak boleh bertindak sembrono.


Kompleks Hargo Dalem
Sumber Foto: http://arcapala.blogspot.com

Setiap tanggal 1 Suro (kalender Jawa) banyak orang yang berbondong-bondong datang ke tempat ini untuk melakukan ritual Suran dan ngalap berkah atau sekedar berziarah. Mereka akan mengunjungi tempat-tempat yang dianggap keramat di gunung ini. Tempat-tempat tersebut antara lain: Goa Sikolong-kolong yang terletak tidak jauh dari Pos V jalur Cemoro Kandang, Kompleks Hargo Dalem, Sendang Drajat, dan petilasan Bung Karno. Oleh karena itu, janganlah heran jika suatu saat Anda berkesempatan mendaki Gunung Lawu, Anda akan bertemu orang-orang yang mendaki namun dengan perlengkapan dan peralatan yang sangat berbeda dengan pendaki pada umumnya. Sebab, tujuan utama mereka bukanlah mendaki melainkan berziarah ataupun bersemedi.

Di Gunung Lawu terdapat dua jalur utama pendakian, yakni jalur Cemoro Sewu dan jalur Cemoro Kandang. Keduanya hanya berjarak sekitar 200 meter. Jalur Cemoro Sewu adalah jalur hutan sama seperti jalur pendakian pada umumnya, dengan jalur ini Anda dapat mendaki ke puncak lebih cepat dibandingkan lewat jalur Cemoro Kandang. Sedangkan jalur Cemoro Kandang relatif lebih mudah dilalui karena jalurnya terbuat dari batu-batu yang sudah tertata rapi.

Keunikan Gunung Lawu yang lain adalah adanya kawah di bagian pinggang gunung dan bukan di daerah puncak. Kawah ini bisa dilihat dari jalan setapak rute Cemoro Kandang. Sedangkan di kawasan Hargo Dalem terdapat sebuah hamparan padang yang ditumbuhi perdu. Hamparan luas ini sering disebut sebagai alun-alun Hargo Dalem dan merupakan bekas kawah yang sudah mati, biasanya para pendaki mendirikan tenda atau mengadakan upacara di tempat ini. Di kawasan ini kita bisa melihat ke arah puncak maupun lembah dibawahnya. Sedangkan di puncak Hargo Dalem terdapat titik trianggulasi yang memungkinkan kita untuk melihat pemandangan yang sangat menawan. Selain menyaksikan matahari terbit kita dapat melihat puncak Gunung Merapi dan Merbabu di arah barat, dan di arah timur akan terlihat puncak Gunung Kelud, Gunung Butak, dan Gunung Wilis.


Caption: Sunrise di Gunung Lawu
Sumber Foto: http://thewayoflove.wordpress.com

Di Gunung Lawu juga terdapat petugas yang menjaga kelestarian lingkungan serta membantu para pendaki yang memerlukan informasi tentang seluk beluk Gunung Lawu. Mereka biasa disebut sebagai Anak Gunung Lawu (AGL). Mereka adalah orang-orang yang memiliki kepedulian khusus terhadap konservasi alam, sekaligus sebagai pengelola gerbang pedakian. Jika terjadi kecelakaan atau ada pendaki yang tersesat dan hilang, dengan tanggap mereka akan segera mengkoordinir tim SAR untuk melakukan penyelamatan. Oleh karena itu, bisa dibilang sistem pendakian di Gunung Lawu sudah terorganisir dengan baik.

C. Lokasi

Gunung Lawu terletak di daerah perbatasan Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Secara geografis termasuk dalam Kabupaten Karanganyar dan sebagian masuk dalam Kabupaten Magetan.

D. Akses

Untuk mendaki Gunung Lawu ada dua pilihan gerbang pendakian yang bisa Anda coba. Jika Anda berangkat dari arah Surabaya, Anda sebaiknya mendaki melalui Desa Cemoro Sewu yang terletak di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa timur. Dari Surabaya Anda dapat menggunakan bus umum menuju Madiun, kemudian dilanjutkan ke Magetan. Dari Magetan Anda dapat naik colt jurusan Sarangan dan berhenti di Cemoro Sewu.


Gerbang Jalur Pendakian Cemoro Sewu
Sumber Foto: http://duniadewi.wordpress.com

Dari gerbang pendakian Cemoro Sewu Anda akan melawati 5 pos, yaitu: Pos I Wesen-wesen (2.203 m dpl), Pos II Watu Gedeg (2.589 m dpl), Pos II Watu Gede (2.787 m dpl), Pos IV Watu Kapur (3.099 m dpl), dan Pos V Jolo Tundo (3.177 m dpl). Sekitar 10 menit perjalanan dari pos V Anda akan sampai ke Sendang Drajat. Jika Anda tidak ingin bermalam di tempat ini Anda dapat berjalan terus melewati punggungan bukit. Setelah kurang lebih 30 menit perjalanan Anda akan menemukan pertigaan, yang ke kiri menuju puncak Hargo Dumilah (3.265 m dpl), sedangkan yang ke kanan menuju Hargo Dalem (3.148 m dpl).

Bagi Anda yang berangkat dari arah Yogyakarta dan Jawa Tengah, Anda dapat naik bis ke arah Solo. Dari Solo Anda melanjutkan perjalanan ke Tawangmangu, lalu naik colt jurusan Sarangan dan turun di Desa Cemoro Kandang. Jalur yang dimulai dari Desa Cemoro Kandang ini juga melewati 5 pos, yaitu: Pos I Taman Sari Bawah (2.237 m dpl), Pos II Taman Sari Atas (2.499 m dpl), Pos III Penggik (2.586 m dpl), Pos IV Cokrosuryo, dan Pos V Perapatan. Pos V merupakan satu-satunya pos di Cemoro Kandang yang tidak mempunyai bangunan pondok.

Rata-rata waktu yang diperlukan untuk mendaki melalui jalur Cemoro Kandang sekitar 8-9 jam, dan untuk turun memerlukan waktu 5-6 jam. Sedangkan jalur Cemoro Sewu membutuhkan waktu 6-7 jam untuk mendaki, dan 4-5 jam untuk turun.

E. Harga Tiket

Untuk mendaki Gunung Lawu Anda cukup membayar biaya retribusi sebesar Rp5.000,00 per orang di gerbang pendakian Cemoro Kandang atau Cemoro Sewu. Biaya masuk ini sudah termasuk biaya asuransi. Selain itu, Anda juga harus meninggalkan tanda pengenal berupa KTP di pos pendakian yang dikelola oleh AGL.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Tidak jauh dari gerbang pendakian Gunung Lawu terdapat beberapa fasilitas yang dapat digunakan, hal itu dikarenakan lokasi gerbang pendakian hanya berjarak beberapa kilometer dari obyek wisata Sarangan dan Tawangmangu. Di tempat itu terdapat hotel, rumah makan, wartel, dan kios-kios penjual suvenir. Anda juga bisa menginap di rumah penduduk lokal. Jika Anda ingin mencari tambahan logistik, Anda dapat memperoleh dengan mudah di warung-warung yang ada di Cemoro Sewu maupun Cemoro Kandang. Di sekitar gerbang pendakian juga terdapat kamar mandi dan tempat untuk beristirahat. Sedangkan jika Anda ingin memperoleh jasa pemandu, Anda dapat menghubungi petugas yang ada di pos pendakian Cemoro Kandang atau menghubungi Bapak Sardi Kamituwo di Desa Cemoro Sewu.

Elisabeth Murni (wm/17/09-09)

__________

Daftar Bacaan:



Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Dibaca 6.919 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

advent · sambas   05/12/2010 13:35

saya melihat ada warung di pos 1 atau 2 jalur cemoro kandang, dan di Sendang Drajat [mendekati puncak] untuk jalur cemoro sewu.. saya kwatir jika suatu saat warung2 ini bertambah sehingga dapat mengurangi keasriannya..

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    This should be captcha image! but your browser doesn't support image
Ketik teks diatas
*
   
* = Harus diisi

Adsense Indonesia