Tsulasa', 06 Dzul Qa'dah 1435 (Senin, 1 September 2014)
Loading

M
Kota Yogyakarta - D.I. Yogyakarta - Indonesia

s:25:"Museum Anak Kolong Tangga";s:2:"en";s:0:"";}
Museum Anak Kolong Tangga
Rating : Rating 3 3 (1 pemilih)

A. Selayang Pandang

Apabila berkunjung ke Gedung Pertunjukan (Concert Hall) Taman Budaya Yogyakarta-pusat pameran karya seni dan pertunjukan budaya (dulu, pada masa Belanda berkuasa kawasan ini bernama Gedung Sociteit Militair), yang terletak di lantai dua, Anda akan terkejut menemukan sebuah museum yang nyempil di tengah gedung tersebut. Letak museum ini unik, karena persis berada di kolong tangga-dua tangga ulir menuju ke Gedung Pertunjukan.

Karena letaknya yang unik inilah, pihak pengelola memberi nama museum ini sebagai Museum Anak Kolong Tangga. Tak hanya letak, konsep dari museum berkategori museum pendidikan anak ini juga tergolong berbeda dari museum pada umumnya di Indonesia. Ia memadukan konsep museum yang memamerkan koleksi dengan museum yang interaktif bagi siapapun. Hal ini seiring dengan tujuan pendirian museum, yakni menjadikan museum sebagai wadah kreativitas anak-anak dari kalangan keluarga menengah ke bawah (Kuswanto, 2008).

Museum ini berdiri berkat keprihatinan seorang seniman berkebangsaan Belgia bernama Rudi Corens yang melihat para remaja dan anak-anak Indonesia saat ini cenderung melupakan tradisi dan budaya bangsa sendiri, terutama pada mainan (toys) dan permainan tradisionalnya (games). Karena itu, Rudi merasa harus melakukan sesuatu untuk anak-anak di Indonesia. Berbekal penjelajahannya di Indonesia selama lebih dari 15 tahun dalam mengoleksi mainan anak tradisional dan juga buku-buku kuna, maka Rudi kemudian menggagas pendirian museum yang fokus pada anak-anak. Sekitar 700 koleksi mainan dan buku sebagai modalnya, ia lantas menggandeng sejumlah tokoh untuk membantu dalam mewujudkan pendirian Museum Anak Kolong Tangga.

Tercatat sejumlah tokoh yang telah berperan besar dalam pembangunan museum ini, antara lain Dyan Anggraini (Kepala Taman Budaya Yogyakarta), Anggi Minarni (Kepala Karta Pustaka Yogyakarta), dan Poppy Dharsono (perancang budaya senior dan pengusaha yang peduli dengan pendidikan anak). Mereka bersama Rudi kemudian mendirikan sebuah yayasan yang kini bernama Yayasan Dunia Damai dengan motto "Yayasan Untuk Semua Anak" di mana Popy Dharsono sebagai presidennya dan Rudi Corens sebagai kurator sekaligus direktur museum (Kuswanto, 2008). Akhirnya, pada 2 Februari 2008, museum ini diresmikan dan dibuka untuk umum.

Museum Anak Kolong Tangga mencoba untuk tidak sekedar menyajikan, melainkan juga menjadikan museum sebagai pusat konservasi serta promosi seni kerajianan tradisional mainan-mainan kuno dan permainan rakyat. Museum yang memiliki perpustakaan dan kantor sekretariat di daerah Jalan Tamansiswa, Yogyakarta ini dihidupi oleh beberapa volenter dari berbagai disiplin, yang umumnya mahasiswa. Kendati belum memiliki tenaga ahli dan sumber dana yang memadai, Museum Anak Kolong Tangga tetap menjadi wahana penting bagi kita untuk melestarikan mainan-mainan yang semakin langka ditemui, terutama di Indonesia.

B. Keistimewaan

Mengunjungi Museum Anak Kolong Tangga sebagai museum anak satu-satunya di Indonesia di area Taman Budaya Yogyakarta (TBY) terasa sangat istimewa karena pengunjung dapat menyaksikan berbagai ragam koleksi mainan anak-anak hampir dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat langsung bagaimana tata-ruang museum yang terbilang nyleneh. Meski nyleneh, museum ini mampu memanfaatkan ruang yang relatif sempit yang ada di kolong tangga Concert Hall TBY itu. Penampilan museum ini akan membuat anak-anak nyaman dan senang karena dinding dan display museum dipenuhi dengan gambar-gambar bernuansa anak.

Ratusan mainan yang di-display pada etalase-etalase museum ini bukanlah mainan-mainan modern keluaran pabrik seperti yang mudah kita jumpai di banyak toko, melainkan mainan anak tempo dulu, mainan tradisional (folktoys). Sebagian besar ragam mainan yang dipamerkan adalah mainan buatan tangan. Beberapa dari mainan-mainan ini terkait dengan cerita rakyat (folklore) dan kebudayaan lokal yang melingkupinya, seperti legenda, dongeng, dan mitos.

Koleksi museum ini antara lain, boneka-boneka kayu dan plastik, berbagai miniatur mobil, vespa, dan truk kayu, berbagai bentuk celengan dari gerabah, sepeda kayu, kuda-kudaan, teater kertas, puluhan miniatur rumah-rumahan, gasing dari berbagai negara, topeng, kuda kepang (dari anyaman bambu), dan lain sebagainya. Selain mainan, Museum Anak Kolong Tangga juga menyajikan berbagai poster, buku cerita, komik, poster, dan foto tentang dunia anak terbitan lama yang didapat dari lima benua (Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Australia).

Sebagai museum pendidikan, Kolong Tangga juga menyediakan berbagai program atau kegiatan bagi anak-anak yang berminat. Kegiatan ini bersifat pembelajaran dan fun di mana kegiatan ini akan didampingi oleh para relawan museum (baca keterangan lebih lanjut di Akomodasi dan Fasilitas Lainnya). Penyelenggaraan berbagai jenis kegiatan di lingkungan museum merupakan salah satu komitmen Kolong Tangga terhadap perkembangan pengetahuan anak Indonesia. Untuk itu, museum juga mengagendakan merotasi koleksi yang dipamerkan setiap 6 bulan.  

Dengan bermacam koleksi mainan dan tata-ruang museum yang menarik, pengunjung di museum ini seyogyanya memperhatikan beberapa aturan kunjungan demi terjaganya kebersihan dan keawetan koleksi museum. Adapun beberapa hal yang mesti diperhatikan adalah:

  • Tidak dibenarkan makan dan minum di area museum,
  • Tidak diperbolehkan memotret (mengambil gambar) pada objek-objek koleksi museum tanpa izin dari penanggung jawab teknis dan kurator museum,
  • Anak usia di bawah 7 tahun harus bersama pendamping jika memasuki museum, dan
  • Karena ruang yang terbatas dan demi kenyamanan kunjungan, maka tidak lebih dari 20 orang per sesi kunjungan museum.

C. Lokasi

Museum Anak Kolong Tangga terletak di Gedung Taman Budaya lantai 2, Jalan Sriwedari no. 1, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

D. Akses

Museum Anak Kolong Tangga dapat diakses dengan mudah apabila Anda berada di pusat kota, misalnya di kawasan Keraton, Pasar Beringharjo, maupun Malioboro. Karena, museum ini masih terletak di pusat kota. Museum yang masih satu kawasan dengan Taman Pintar, Pusat Buku Shopping Center, dan Taman Budaya Yogyakarta ini hanya membutuhkan waktu kurang lebih 10 menit dengan berjalan kaki dari pusat kota tersebut.

Sementara, bagi Anda yang sedang tidak berada di titik-titik utama wisata Kota Jogja tersebut dapat menggunakan fasilitas angkutan/transportasi umum, seperti becak, andong, bus (kota dan Trans Jogja), taksi (mobil dan motor), maupun ojek. Menggunakan bus kota, Anda bisa memilih jalur-jalur yang melintas Jalan Panembahan Senopati, yakni Jalur 4, 9, dan 16 (tarif Rp2.000,-). Sedangkan untuk bus Trans Jogja, pilihlah Trayek 1A, 1B, 2A, serta 2B yang akan berhenti di Halte Gondomanan yang terletak persis di depan Taman Pintar (tarif flat Rp3.500,-). Dari halte ini hanya perlu berjalan kaki tidak sampai 50 meter menuju museum.  

Kemudian, bagi peminat museum ini yang ingin langsung turun di depan gerbang Taman Budaya Yogyakarta bisa menggunakan becak, andong wisata, taksi, maupun ojek. Biaya sewa alat transportasi ini tergantung jarak yang ditempuh. 

E. Harga Tiket

Untuk mengunjungi Museum Anak Kolong Tangga, Anda bersama putra-putri diharuskan membayar tiket museum sebesar Rp2.500,- (dewasa) dan gratis bagi anak-anak (hingga usia 14 tahun) per orangnya (Mei 2009). Selain membayar tiket, setelah selesai mengelilingi museum Anda disarankan untuk mengisi buku tamu dan memberi komentar, kesan, maupun kritik terhadap museum ini. Komentar, kesan, atau kritik dari pengunjung akan sangat berharga dan bermanfaat bagi pengelola untuk terus berbenah dalam memajukan museum.

Sementara, untuk jam buka museum:

  • Selasa-Jumat (pukul 09.00-13.00 WIB)
  • Sabtu dan Minggu (pukul 09.00-16.00 WIB)
  • Museum tutup pada hari Senin.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Museum Kolong Tangga menyediakan beberapa fasilitas berupa pemandu museum, program workshop, dan membaca di Ruang Baca bagi pengunjung. Namun, khusus untuk penyelenggaraan workshop bagi anak-anak, pihak yang berminat diharap menghubungi sekretariat yayasan terlebih dahulu.

Penyelenggaraan kegiatan di museum ditangani oleh empat divisi, yakni Divisi Workshop, Divisi Outdoor Activities and Traditional Games, Divisi Perpustakaan, serta Divisi Museum. Adapun workshop yang ditawarkan Museum Kolong Tangga antara lain sebagai berikut:

  • Divisi Workshop dan Outdoor Activities and Traditional Games menyelenggarakan berbagai kegiatan di halaman depan museum (Taman Budaya Yogyakarta) setiap hari Minggu pagi mulai pukul 10.30 WIB. Kegiatan ini bisa diikuti oleh semua anak usia 5-13 tahun tanpa dipungut biaya. Sementara bagi sekolah yang ingin mengadakan kegiatan bisa datang setiap Selasa dan Kamis dengan kontribusi mulai dari Rp3.500,- sampai Rp10.000,- sebagai ganti pemakaian bahan. Meski demikian, kedua divisi tidak hanya melakukan kegiatan di area museum saja, melainkan dapat diundang keluar lingkungan museum.
  • Divisi Museum memiliki program kegiatan bagi pasien anak-anak yang sedang dirawat di rumah sakit. Program ini dinamakan The Museum Comes to Visit You. Kegiatan khusus ini diadakan dua kali dalam sebulan.  
  • Museum Kolong Tangga juga menyediakan seminar dan workshop bagi para guru dan remaja yang berkeinginan untuk meningkatkan ilmu atau pengetahuan tentang bagaimana bekerja dengan anak di luar maupun di dalam kelas.

 Kantor sekretariat Yayasan Dunia Damai saat ini telah membuka fasilitas Ruang Baca bagi anak-anak agar membiasakan diri untuk gemar membaca. Ruang baca ini diberi nama Burung Biru Baca Buku (bermain, bersenandung, berbicara, belajar, dan bercerita dari buku). Ruang baca dibuka setiap Selasa dan Kamis sore dari jam 14.30-17.30 WIB dan terbuka untuk anak-anak berusia antara 6-14 tahun. Untuk mengakses ini, anak-anak hanya perlu mendaftarkan diri dan tanpa dipungut biaya.

(Khidir Marsanto/wm/45/05-09)

__________

Sumber bacaan:

  • Kuswanto, Redy (2008). "Children's Museum Kolong Tangga in Yogyakarta: A Place for Children to Develop Their Creativity", dalam majalah MataJendela Vol.III, No.1 hlm. 3-6.
  • Museum Kolong Tangga (tanpa tahun). Museum Anak Kolong Tangga. Leaflet museum.


Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com

Dibaca 3.773 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    This should be captcha image! but your browser doesn't support image
Ketik teks diatas
*
   
* = Harus diisi
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads

Adsense Indonesia