Pengunjung Online : 1.342
Hari ini :9.917
Kemarin :14.769
Minggu kemarin:96.945
Bulan kemarin:318.741

Anda pengunjung ke 48.424.063
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Khamis, 02 Syawal 1435 (Rabu, 30 Juli 2014)
Custom Search
Pura Besakih
Kabupaten Karangasem - Bali - Indonesia
Pura Besakih
Pura Besakih di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem
Rating : Rating 3.2 3.2 (14 pemilih)

A. Selayang Pandang

Bali dikenal sebagai ‘pulau seribu pura‘ karena di pulau ini terdapat lebih dari 11.000 bangunan pura. Konon, di beberapa tempat di Bali, jumlah pura bahkan melebihi jumlah rumah-rumah penduduk.

Salah satu pura terbesar yang dianggap sebagai induk pura di Bali (the mother temple) adalah Pura Besakih. Pura Besakih terletak di kaki Gunung Agung, gunung tertinggi di Pulau Bali yang oleh masyarakat setempat dianggap sebagai gunung suci. Pada tanggal 17 Maret 1963 (versi yang lain menyebutkan tanggal 18 Maret)  Gunung Agung pernah meletus dan menewaskan lebih dari 1.000 orang serta merusakkan desa-desa di sekitarnya. Namun yang membuat takjub, Pura Besakih ‘tak tersentuh‘ oleh bencana alam tersebut, padahal jaraknya hanya sekitar 1 km dari puncak Gunung Agung.

Menurut cerita yang berkembang, lokasi pura ini dipilih karena dianggap sebagai daerah yang suci. Dalam bahasa Jawa Kuno, besakih, wasuki, atau basuki memiliki makna “selamat”. Selain itu, nama besakih juga dikaitkan dengan Naga Basuki, yaitu sosok naga yang menjadi bagian dari keyakinan masyarakat di lereng Gunung Agung pada masa pra-Hindu. Oleh karena pura ini dianggap sebagai tempat suci, maka para pengunjung yang ingin memasuki kompleks pura diharuskan memakai sarung khas Bali.

B. Keistimewaan

Pura Besakih merupakan kompleks tempat ibadah umat Hindu yang terdiri dari 22 bangunan pura. Menurut perkiraan para ahli, proses pembangunan Pura Besakih memakan waktu lebih dari 1.000 tahun hingga mencapai bentuknya yang sekarang. Bukti-bukti peninggalan sejarah masa megalitik yang ditemukan di sekitar kompleks pura ini, seperti menhir, tahta batu, dan struktur teras berbentuk piramid menguatkan perkiraan tersebut.

Pura ini dibangun berdasarkan konsep Tri Hita Karana, yaitu konsep keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Penataan bangunan pura disesuaikan dengan arah mata angin agar struktur bangunannya dapat mewakili alam sebagai simbolisme adanya keseimbangan tersebut.

Tiap arah mata angin disebut mandala dengan dewa penguasa yang disebut “Dewa Catur Lokapala”. Sebagai pusat (poros/tengah) dari keempat arah mata angin adalah Pura Penataran Agung Besakih, yaitu pura terbesar yang ditujukan untuk memuja Dewa Siwa dengan dikelilingi pura-pura lainnya. Di sebelah timur Pura Penataran Agung terdapat Pura Gelap yang digunakan untuk memuja Dewa Iswara; di sebelah selatan ada Pura Kiduling Kereteg untuk memuja Dewa Brahma; di sisi barat ialah Pura Ulun Kulkul untuk memuja Dewa Mahadewa; serta di sisi utara adalah Pura Batumadeg yang dimaksudkan untuk memuja Dewa Wisnu.

Di kompleks Pura Besakih kerap diadakan berbagai macam ritual agama Hindu yang mencapai puncaknya pada perayaan tiap seratus tahun Pura Besakih yang disebut Ekadasa Rudra (terakhir dilakukan pada tahun 1979). Selain dapat menikmati peninggalan sejarah, arsitektur khas, serta perayaan ritual keagamaan di pura ini, wisatawan juga dapat melengkapi kunjungan wisata dengan mendaki Gunung Agung.

C. Lokasi

Pura Besakih terletak di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali, Indonesia.

D. Akses

Untuk menuju Pura Besakih, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Kota Denpasar dengan jarak sekitar 25 km ke arah utara. Alternatif lainnya, wisatawan dapat menempuh perjalanan dari Kota Semarapura (Kabupaten Klungkung) ke Pura Besakih menggunakan angkutan umum (bemo) dengan biaya sekitar Rp 5.000 (April 2008). Sesampainya di Kecamatan Rendang, pengunjung disarankan untuk turun di gerbang masuk pura, bukan di Desa Besakih yang berada sekitar 1 km arah selatan Pura Besakih. Dari pintu gerbang pura, pengunjung dapat berjalan kaki memasuki kompleks Pura Besakih.

E. Harga Tiket

Pengunjung yang ingin memasuki pura dikenai bea masuk sebesar Rp 7.000 per orang. Apabila pengunjung mengendarai mobil pribadi, maka ada biaya tambahan sebesar Rp 3.000 untuk biaya parkir (April 2008).

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Wisatawan yang memerlukan sarung khas Bali sebagai persyaratan untuk memasuki lokasi pura dapat menyewanya di sekitar lokasi dengan biaya sebesar Rp 3.000—Rp 5.000 per sarung. Jika ingin mengetahui seluk beluk Pura Besakih baik dari segi sejarah maupun arsitekturnya, wisatawan dapat menyewa pemandu dengan biaya sekitar Rp 10.000 (April 2008).

Kompleks Pura Besakih memiliki lahan parkir yang cukup luas untuk berbagai macam kendaraan. Selain itu, di sekitar tempat parkir terdapat kios-kios yang menjual kerajinan maupun cenderamata lainnya. Apabila membutuhkan penginapan atau rumah makan, di sekitar pura juga terdapat losmen dan berbagai macam warung makan khas Bali.

(Lukman Solihin/wm/20/04-08)
__________

Sumber Foto: yanuar.kutakutik.or.id


Jika Anda dari luar Yogyakarta, dan ingin mengunjungi tempat ini dengan jasa travel biro, silakan hubungi:

Maharatu Tour and Travel

Jl. Sisingamangaraja No. 27 Yogyakarta.
Telp. +62 274 8373005. Fax. +62 274 379250
Email : maharatu@maharatu.com -maharatu257@yahoo.com
Website : www.maharatu.com


Share
Facebook
Dibaca 12.846 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Hardyanto   14/09/08 05:35
Villa Bukit Mas Mediterian K 4 Surabaya

Besakih merupakan Pura tertinggi di Bali, tempatnya Bersih dan besar... saya sering bersembahyang di sana bersama rombongan Jro Putu dari Tabanan...
eka   22/04/09 07:53
mengwi

kemarin saya nangkil ke besakih, saya sangat heran melihat ke agungan pura BESAKIH. sungguh menabjubkan!
wisnu   01/05/09 10:26
Abiansemal-Badung

Waktu upacara betara turun kabeh kmrn, kt sekeluarga sembahyang ke besakih, tpi kt nyesel bgt dgn ketidakteraturan dlm hal pengaturan prosesi persembahyangan, semrawut, mana pintu masuk dan keluarnya, mestinya rekan2 pecalang stand by di pintu masuk keluar agar tdk terjadi kemacetan dan byk yg sampai jatuh pingsan... sisanya... sampah berserakan brooo...
citra   04/12/09 05:22
nangka

kemaren ga dapet nangkil ... coz banyak kegiatan kampus yg musti dikerjain ...
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
  • Hotel
  • Bank
  • ATM dan Penukaran Uang
  • Pusat Informasi Wisata
  • Restoran dan Cafe
  • Biro Perjalanan
  • Souvenir / Cindera Hati
  • Imigrasi
  • Konsulat
  • Terminal Bus
  • Stasiun Kereta Api
  • Pelabuhan Laut / Dermaga
  • Pelabuhan Udara / Bandara
  • Maskapai Penerbangan
  • Kantor Pos
  • Telekomunikasi
  • Rumah Sakit
  • Fotografi & Studio
  • Catering
  • Fasilitas Lainnya
Ads