Pengunjung Online : 1.207
Hari ini :7.727
Kemarin :25.045
Minggu kemarin:160.873
Bulan kemarin:459.585

Anda pengunjung ke 49.140.015
Sejak 01 Muharam 1429
( 10 Januari 2008 )

Pengunjung baru?
   |   

Ads_C1
Tsulasa', 29 Safar 1436 (Senin, 22 Desember 2014)
Custom Search
Beranda > Obyek Wisata Riau - Indonesia > Kota Pekanbaru > Wisata Masjid > Masjid Raya Senapelan di Pekanbaru
Masjid Raya Senapelan di Pekanbaru
Kota Pekanbaru - Riau - Indonesia
Masjid Raya Senapelan di Pekanbaru
Masjid Raya Senapelan di Pekanbaru
Rating : Rating 3.3 3.3 (26 pemilih)

A. Selayang Pandang

Masjid Raya Senapelan pertama kali dibangun oleh Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah (1766-1780 M), Raja keempat Kerajaan Siak Indrapura, sekitar tahun 1762 M. Kemudian pembangunannya diteruskan oleh Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, Raja kelima Kerajaan Siak Indrapura. Secara historis, pembangunan Masjid Raya Senapelan dimulai seiring dengan berpindahnya ibukota kerajaan dari Mempura Besar di Siak ke Bukit Senapelan atau Kampung Bukit yang sekarang masuk dalam kawasan Kota Pekanbaru. Perpindahan tersebut berdasarkan Traktat Siak yang dibuat pada pertengahan abad ke-17, dimana disepakati bahwa ibukota kerajaan dipindahkan ke Baten Snaplan, nama Pekanbaru waktu itu.

Seiring dengan perkembangan zaman, Masjid Raya Senapelan telah pula mengalami pergantian nama beberapa kali. Pada awalnya bernama Masjid Alam, yang diambil dari nama kecil Sultan Alamudin, yaitu Raja Alam. Kemudian berganti nama menjadi Masjid Nur Alam. Sekarang, Masjid Raya Senapelan lebih populer di tengah-tengah masyarakat dengan nama Masjid Raya Pekanbaru.

B. Keistimewaan

Mengunjungi Masjid Raya Senapelan di Kota Pekanbaru terbilang istimewa. Karena keberadaan masjid ini menjadi saksi sejarah perkembangan Kerajaan Siak Sri Indrapura dan cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru. Dengan areal yang begitu luas dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, masjid ini juga dapat dijadikan sebagai tempat wisata religius dan wahana pendidikan Islam.       

Di areal masjid terdapat sebuah sumur tua yang cukup dalam dan diyakini dapat menjadi penawar berbagai penyakit. Para pengunjung, baik dari mancanegara maupun domestik, senang berendam di sumur tersebut untuk melepaskan nazar. Bahkan air sumur tua tersebut dibawa pulang sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan sanak saudara.

Disamping itu, pengunjung bisa berziarah ke makam pendiri Kota Pekanbaru, yaitu Sultan Abdul Jalil Alamudin Syah yang bergelar Marhum Bukit. Di areal itu juga terdapat makam sultan keempat Siak, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah yang bergelar Marhum Pekan.    

C. Lokasi

Masjid Raya Senapelan terletak di Jalan Masjid No. 13, Kampung Bandar, Desa Payung Sekaki, Kecamatan Senapelan, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia.

D. Akses

Masjid Raya Senapelan hanya berjarak sekitar 500 meter dari Pasar Bawah, pasar tertua di Kota Pekanbaru. Karena berada di pusat kota, Masjid Raya Senapelan dapat dijangkau dari segala penjuru Kota Pekanbaru. 

E. Harga Tiket

Dalam konfirmasi

F. Akomodasi dan Fasilitas

Masjid Raya Senapelan memiliki areal parkir yang luas, sehingga memudahkan para pengunjung yang membawa kendaraan untuk datang ke masjid tersebut.

(Yusriandi Pagarah/wm/19/02-08)

__________

Informasi lain tentang Masjid Raya Senapelan bisa anda baca di sini


Share
Facebook
Dibaca 10.035 kali
Rating :
Jika Anda pernah mengujungi objek wisata ini, berikan rating dan
komentar untuk menjadi perhatian Dinas Pariwisata atau pengelola
obyek wisata setempat.
Komentar - komentar

Kris   12/12/08 12:46
Jakarta

Sangat sejuklah masjid ini, mengandung nilai sejarah yang tinggi. Sekarang Masjid ini dalam proses pengembangan sehingga nantinya area sekitar termasuk masjid ini akan menjadi kawasan pusat kebudayaan melayu Islam di Riau.
zoel doank   29/01/09 08:47
jl.yossudarso,Gg jaya

mesid raya menurut saya fasilitasnya kurang lengkap. kapan ya mesjid raya akan direnovasi??
dian puspa   17/06/09 04:58
jl.murai no 13

knapa sumur yang di mesjid tersebut di keramik?
menurut saya gk bagus kerna nilai sejarahnya jadi hilang. menurut saya lebih baik diberi pagar aja tapi jangan dikeramik. untuk bagunannya sangat bagus dan arsitekturnya sangat menarik!
trimakasih.
Komentar Anda tentang obyek wisata di atas :
Nama : *
Alamat : *
Email : *
URL / Website :
Misal : http://www.wisatamelayu.com/
Komentar - komentar : *
Komentar anda akan dimoderasi oleh administrator terlebih dahulu.
    your browser doesn't support image
Masukkan text diatas
*
   
* = Harus diisi
Fasilitas
Ads