 |
|
|
Pengunjung Online : 3.878
Hari ini | : | 34.766 | Kemarin | : | 26.873 | Minggu kemarin | : | 268.054 | Bulan kemarin | : | 1.040.799 |
Anda pengunjung ke 26.894.305 Sejak 01 Muharam 1429 ( 10 Januari 2008 ) |
|
|
|
|
|
 |
Jum'ah, 24 Ramadhan 1431 (Jumat, 3 September 2010) |
|
Beranda > Wisata Upacara Adat / Ritual
Upacara Adat / Ritual
 | A. Selayang Pandang Selain hitungan hari, seperti Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi, orang Jawa juga menggunakan hitungan Jawa sebagai penanda waktu tertentu yang dianggap sakral. Malem Selikuran adalah contohnya. Malem dalam bahasa Jawa berarti malam dan Selikuran berarti dua puluh satu, sehingga malem selikuran berarti malam yang ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Keberadaan Keraton di Yogyakarta menjadikan masyarakat yang tinggal daerah Yogyakarta masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi. Sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi, berbagai upacara dan ritual masih rutin dilaksanakan oleh masyarakat umum maupun pihak Keraton. Meski banyak dari kegiatan budaya ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Orang Jawa memang penuh perhitungan dan perayaan. Tradisi Rebo Pungkasan adalah salah satu buktinya. Dalam arti yang sama, beberapa orang Jawa menyebutnya Rebo Wekasan. Rebu dalam bahasa Jawa berarti hari Rabu dan Pungkasan berarti terakhir, sehingga istilah Rebo Pungkasan berarti hari Rabu terakhir, yaitu hari Rabu ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Mbah Bergas adalah pengikut setia Sunan Kalijaga yang mendapat tugas untuk menjaga dan menyebarkan agama Islam di wilayah Desa Margoagung, Seyegan, Sleman. Dalam tugas menyebarkan syiar agama Islam tersebut, beliau sering membawa kesembuhan bagi penduduk desa sekitar yang sedang dilanda penyakit. Selain itu, beliau ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Nyadran Agung adalah salah satu tradisi masyarakat Kulon Progo untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Ritual ini dilaksanakan pada bulan Sya’ban menurut penanggalan Islam yang bertepatan dengan bulan Ruwah dalam penanggalan masyarakat Jawa. Masyarakat berkumpul di suatu tempat dengan membawa makanan, ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Setiap tahun, sejak kali pertama diadakan pada tahun 2005, para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna Dipo Ratna Muda, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul menggelar upacara Grebeg Selarong. Salah satu tujuan acara ini adalah untuk lebih mengenalkan Obyek Wisata Gua Selarong kepada masyarakat ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Upacara Tawur Agung Kasanga merupakan rangkaian upacara yang digelar menjelang Hari Raya Nyepi. Hari Raya Nyepi sendiri didasarkan pada kalender Tahun Saka, yakni sistem penanggalan yang berasal dari India. Hitungan penanggalan Tahun Saka dimulai pada tahun 78 Masehi. Sistem penanggalan ini kemudian berkembang ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Setiap tahun, menjelang musim giling Pabrik Gula Madukismo (disingkat PG Madukismo) menggelar upacara perkawinan tebu. Tradisi ini telah berlangsung selama puluhan tahun sejak PG Madukismo berdiri pada tahun 1955 dan diresmikan Presiden Sukarno pada tahun 1958. Upacara Kirab Manten Tebu atau yang dikenal dengan ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Upacara Cing-cing Goling dapat dikategorikan sebagai upacara selamatan atau ungkapan rasa syukur. Perayaan ini rutin dilakukan setiap tahun di Dusun Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Pada setiap perhelatannya, Upacara Cing-cing Goling mampu menjadi magnet yang menarik perhatian ... detail... » |
 | A. Selayang Pandang Adu Betis (mappalanca) adalah dilaksanakan permainan rakyat yang biasa dilaksanakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan setelah masa penen. Tradisi ini merupakan rangkaian dari sebuah pesta tahunan yang hingga saat ini masih dilaksanakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan terutama di daerah Kecamatan Moncongloe, ... detail... » |
|
|
|
|